Pages

Minggu, 27 Januari 2013

Mengenal penyakit – penyakit ketika mendaki gunung



Pasti banyak yang suka berpetualang, apalagi mendaki gunung. Banyak pengalaman, manfaat,dan kesenangan yang kita dapat bukan. Akan tetapi dari balik semua itu ada baiknya kita mengetahui penyakit2 gunung dan cara pencegahannya. Misalnya tentang suhu yang tinggi bisa menyebabkan sakit kelainan panas, yang bisa di bedakan menjadi tiga macam, berdasarkan beratnya. Untuk selengkapnya dibawah ini nih

HeatCramps

            Heat Cramps ( Kram Karena Panas ) adalah kejang otot hebat akibat keringat berlebihan, yang terjadi selama melakukan aktivitas pada cuaca yang sangat panas.
Heat cramps disebabkan oleh hilangnya banyak cairan dan garam ( termasuk natrium, kalium dan magnesium ) akibat keringat yang berlebihan, yang sering terjadi ketika melakukan aktivitas fisik yang berat. Jika tidak segera diatasi, Heat Cramps bisa menyebabkan Heat Exhaustion.

Gejalanya :

·         Kram yang tiba - tiba mulai timbul di tangan, betis atau kaki.
·         Otot menjadi keras, tegang dan sulit untuk dikendurkan, terasa sangat nyeri.

Penanganannya :

·         Dengan meminum atau memakan minuman / makanan yang mengandung garam.


HeatExhaustion

            Heat Exhaustion ( Kelelahan Karena Panas ) adalah suatu keadaan yang terjadi akibat terkena terpapar panas selama berjam - jam, dimana hilangnya banyak cairan karena berkeringat menyebabkan kelelahan, tekanan darah rendah dan kadang pingsan.
Jika tidak segera diatasi, Heat Exhaustion bisa menyebabkan Heat Stroke.
Gejala
Kelelahan:
·         Kecemasan yang meningkat, serta badan basah kuyup karena berkeringat.
·         Jika berdiri, penderita akan merasa pusing karena darah terkumpul di dalam pembuluh darah tungkai, yang melebar akibat panas.
·         Denyut jantung menjadi lambat dan lemah.
·         Kulit menjadi dingin, pucat dan lembab.
·         Penderita menjadi linglung / bingung terkadang pingsan.


Penanganannya :

·         Istirahat didaerah yang teduh.
·         Berikan minuman yang mengandung elektrolit.


HeatStroke

            Heat Stroke adalah suatu keadaan yang bisa berakibat fatal, yang terjadi akibat terpapar panas dalam waktu yang sangat lama, dimana penderita tidak dapat mengeluarkan keringat yang cukup untuk menurunkan suhu tubuhnya. Jika tidak segera diobati, Heat Stroke bisa menyebabkan kerusakan yang permanen atau kematian. Suhu 41° Celsius adalah sangat serius,1 derajat diatasnya seringkali berakibat fatal. Kerusakan permanen pada organ dalam, misalnya otak bisa segera terjadi dan sering berakhir dengan kematian.

Gejalanya :
·         Sakit kepala.
·         Perasaan berputar ( vertigo ).
·         Kulit teraba panas, tampak merah dan biasanya kering.
·         Denyut jantung meningkat dan bisa mencapai 160-180 kali/menit ( normal 60-100 kali / menit ).
·         Laju pernafasan juga biasanya meningkat, tetapi tekanan darah jarang berubah.
·         Suhu tubuh meningkat sampai 40° - 41° Celsius, menyebabkan perasaan seperti terbakar.
·         Penderita bisa mengalami disorientasi ( bingung ) dan bisa mengalami penurunan kesadaran atau kejang.

Penanganannya :

·         Pindahkan korban dengan segera ketempat yang sejuk, buka seluruh baju luarnya.
·         Bungkus korban dengan selimut yang sejuk dan basah. Usahakan agar selimut tetap basah. Dinginkan korban hingga suhunya mencapai 38° Celcius.
·         Saat temperatur mencapai 38° celcius, ganti selimut basah dengan yang kering, lanjutkan perawatan pada korban secara hati - hati.

Dan ada juga penyakit yang lazim di alami dalam kegiatan pendakian gunung. Yakni:

Mountain Sickness ( Penyakit Gunung )

Penyebab utamanya adalah penurunan kadar oksigen didalam darah karena berada diketinggian tertentu. Faktor yang bisa menjadi penyebabnya adalah :

·         Kurangnya aklimatisasi ( proses penyesuaian dua kondisi lingkungan yang berbeda ).
·         Pergerakan mencapai ketinggian tertentu yang terlalu cepat.




Gejala mountain sickness antara lain :

·         Pusing.
·         Nafas sesak.
·         Tidak nafsu makan.
·         Mual terkadang muntah.
·         Badan terasa lemas, lesu, malas.
·         Jantung berdenyut lebih cepat.
·         Penderita sukar tidur.
·         Muka pucat, kuku dan bibir terlihat kebiru-biruan.


Penanganannya :

·         Beristirahat yang cukup, pada umumnya gejala ini akan hilang dengan sendirinya setelah beristirahat selama 24 s/d 48 jam.
·         Jika kondisi tidak membaik turunkan si-penderita dari ketinggian tersebut, sekitar 500 s/d 600 meter.

Hypotermia

Hypotermia adalah suatu keadaan dimana kondisi tubuh tidak dapat menghasilkan panas disertai menurunnya suhu inti tubuh dibawah 35oC. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya :
·         Suhu yang ekstrim.
·         Pakaian yang tidak cukup sehingga mengenakan pakaian basah.
·         Kurangnya makanan yang mengandung kalori tinggi.

Gejala Hypothermia antara lain :

·         Menggigil.
·         Dingin, pucat, kulit kering.
·         Bingung, sikap - sikap tidak masuk akal, lesu, ada kalanya ingin berkelahi.
·         Jatuh kesadaran.
·         Bernapas pelan dan pendek.
·         Denyut nadi yang pelan dan melemah.

Gejalanya Dilihat dari Suhunya:

·         37°: Adalah suhu normal
·         36° - 35°: Menggigil dengan disertai bulu roma berdiri, namun masih bisa terkendali. Mempengaruhi gerak langkah menjadi lamban dan koordinasi tubuh mulai terganggu.
·         35°: Menggigil hingga tidak terkendali
·         35° - 33°: Pengambilan keputusan dan koordinasi tubuh mulai kabur, langkah kaki sering tersandung, berbicara kasar (dipaksakan untuk keras)
·         33°: Tubuh semakin menggigil. Denyut nadi dan tekanan darah mulai menurun
·         32° - 29°: Menggigil berhenti. Kebingungan meningkat, meracau, ingatan hilang, gerakan tersentak sentak, biji mata mulai membesar.
·         29° - 28°: Otot menjadi kaku, biji mata membesar, denyut nadi melemah dan tidak teratur, tarikan nafas melemah, warna kulit tubuh kebiru biruan, tingkah laku kacau, menuju ke arah tidak sadar
·         27°: Pingsan dan biji mata tidak lagi menjawab gerakan cahaya, kehilangan gerakan spontan tampak seperti telah meningal
·         26°: Koma yang sangat darurat, suhu tubuh mulai menurun dengan cepat sekali
·         20°: Denyut jantung berhenti

Penanganannya :

·         Jangan biarkan orang yang terkena hipotermia tidur, karena hal ini dapat membuatnya kehilangan kesadaran sehingga tidak mampu lagi menggangatkan badannnya sendiri. Menggigil adalah usaha secara biologis dari badan untuk tetap hangat, karena itu usahakan untuk tidak tidur.
·         Berilah minuman hangat dan manis kepada si penderita hipotermia.
·         Bila baju yang di pakai basah segera mungkin gantilah dengan baju yang kering.
·         Usahakan untukmencari tempat yang aman dari hembusan angina, misalnya dengan mendirikan tenda atau pelindung lainnya.
·         Jangan baringkan si penderita di tanah dan usahakan agar memakai alas kering dan hangat.
·         Masukkanlah si penderita ke dalam kantong tidur. Usahakan agar kantong tidur tersebut di hangatkan terlebih dahulu ke dalam kantong tidur tersebut. Ingat, memasukkan penderita hipotermia ke dalam kantong tidur yang dingin tidak akan memadai karena badan si penderita tidak akan dapat lagi menghasilkan panas yang mampu menghangatkan kantong tidur tersebut.
·         Letakkan yang di isi dengan air hangat (bukan panas) ke dalam kantong tidur untuk membantu memanaskan kantong tidur.
·         Bila kantong tidur cukup lebar, maka panas badan orang yang masih sehat dapat membantu si penderita secara langsung, yaitu dengan tidur berdampingan di dalam satu kantong tidur. Kalau mungkin, dua orang masih sehat masuk ke dalam kantong tidur rangkap dua, kemudian si penderita di selipkan di tengah tengahnya.
·         Kalau dapat buatlah perapian di kedua sisi si penderita.
·         Segera setelah si penderita sadar berikanlah makanan dan minuman manis, karena hidrat arang merupakan bahan baker yang cepat sekali menghasilan panas dan energi.


Sumber: - http://wanaldaka.blogspot.com/2011/06/penyakit-gunung-yang-mematikan.
                 - http://www.mapala09.org/index.php?option=com_content&view=article&id=317:penyakit-
               - http://www.belantaraindonesia.org/


0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll