Pages

Jumat, 25 Januari 2013

Mie Instan: Lezat Tapi Tidak Sehat

                                      (Gambar 1.1) mengkonsumsi mie terlalu sering tidak baik bagi tubuh


       Siapa yang tak mengenal mi instan? Menu serbapraktis dan lezat ini menjadi andalan pada saat darurat atau sekadar “pengganjal” perut sesaat. Menu ini, misalnya, banyak ditemui ditempat pengungsian korban banjir  di Jakarta. Mi instan menjadi barang yang diperebutkan. Selain rasanya yang lezat, cara mengolahnya mudah. Nah, Anda yang punya hobi mengkonsumsi mi instan sebaiknya mengurangi atau menghindarinya. Pasalnya, mi instan berbahaya bagi kesehatan Anda. Bahkan bisa berakibat maut bagi Anda. Wah! Berbagai penelitian bahkan telah membuktikan kebenarannya. Ahmedabad, dari Consumer & Research Society, misalnya, meneliti 15 merek mi instan ternama pada akhir tahun lalu. Hasilnya menunjukkan, kandungan nutrisi yang ada dalam mi instan sangat rendah.
       Yang lebih parah, mi instan tersebut mengandung sodium, lemak, dan karbohidrat dengan kadar yang tinggi. Hal ini dapat mengancam kesehatan, seperti terjadinya gangguan jantung dan tekanan darah tinggi. "Sebagian besar sampel yang diuji menunjukkan,mi instan mengandung kadar garam natrium dan lemak yang tinggi, tapi kadar serat rendah. Merekyang diklaim 'Sehat' dan diperkaya protein, zat besi, serta serat ternyata tak ada," ujarnya sepertidinyatakan dalam rilis CER, yang dilansir Moneylife. Hal senada disampaikan motivator kesehatan Dr Phaidon L. Toruan, MM. Dia menyebut mi instan hampir sama sekali tidak mempunyai kandungangizi yang baik bagi tubuh.
       Mi instan justru bisa “merampok” mineral yang ada dalam tubuh. Itulah yang menyebabkan tubuh rentan terserang penyakit jika mengkonsumsinya secar rutin.“Kalaupun ada, itu hanya mengandung karbohidrat,” ujarnya kepada Detik kemarin. Menurut spesialis gastrologi dokter Ari Fahrial Syam dari Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo, bila ingin mengkonsumsi mi instan, sebaiknya perhitungkan kadar kalorinya, yakni tidak boleh lebih dari 500 kalori dalam sehari. “Karena biasanya orang enggak cukup makansatu mi, ada yang dua sampai tiga. Itu yang membuat kalori dalam tubuhnya menjadi berlebihan, dan berdampak pada ketidakstabilan tubuhnya," ujarnya.
     Adapun beberapa kandungan berbahaya lainnya yang tersimpan dalam bumbu dan bahan mi yang  berisiko merusak fungsi organ tubuh adalah bahan sintesis yang biasa digunakan sebagai pengawet: MSG atau vetsin. Vetsin, menurut Phaidon, berdampak buruk bagi saraf manusia. “Vetsin bisa membuat orang ingin makan lagi, makan lagi, jadi membuat orang overdosis mengkonsumsi makanan yang tidak sehat,” katanya. Bukan hanya itu, mi juga menyebabkan seseorang mengalami kekurangan nutrisi dan kerusakan lever serta lambung, juga memicu terjadinya obesitas dan hipertensi. “Jadi pengidap maag sebaiknya menghindarinya.
Karena bumbu pada mie instan itu tajam, sehingga lambungnya tidak kuat," ucapnya.
    Ari menambahkan, agar terhindar dari zat berbahaya dalam mi instan, sebaiknya kurangi atau beri jeda saat mengkonsumsinya mengingat adanya zat pengawet dalam mi tersebut.Setidaknya konsumsilah tiga hari sekali. Akan lebih baik lagi jika mengganti miinstan dengan makanan segar, seperti singkong, jagung, kentang rebus, dan buah-buahan. “Yang penting, tidak berpengawet,"

sumber: detik.com

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll