Pages

Selasa, 10 Juni 2014

KONTROL PENYALAAN LAMPU DAN BEL PADA PABRIK MENGGUNAKAN AT89S51

        Sekilas mengenai rangkaian dan program ini yaitu disini terdapat 2 komponen utama, yaitu program pada delphi dan rangkaian minimum sistem AT 89S51. Program pada delphi berfungsi sebagai seting waktu kapan lampu dan bel harus menyala. Untuk rangkaian minimum sistem berguna sebagai saklar atau antarmuka dari program delphi yang ada di komputer dengan lampu dan bel yang berada pada tempatnya. Untuk menghubungkan antara PC dengan minimum system menggunakan PARALEL PORT. 


1.      Alat dan Bahan yang digunakan
Alat:
a.       Power Supply                                      1 Buah
b.      Solder                                                  1 Buah
c.       Solder Atractor                                   1 Buah
d.      Pinset                                                  1 Buah
e.       Project Board                                      1 Buah
f.       AVOmeter                                          1 Buah
Bahan:
a.       IC Mikrokontroler AT89S51              1 Buah
b.      Resistor 10 Ω                                      5 Buah
c.       Resistor 330Ω                                     2 Buah
d.      LED                                                    12 Buah
e.       Relay 12V                                           2 Buah
f.       Kabel                                                   2 meter
g.      Timah                                                  1 meter
h.      PCB polos                                           1 Buah
i.        Push Button                                        8 Buah
j.        Buzzer                                                 1 Buah
k.      IC 7805                                               3 Buah
l.        Transistor TIP 41                                9 Buah

2.      Diagram Blok
  

3.      Gambar rangkaian 



4.      Prinsip Kerja Rangkaian
 Rangkaian ini  terdiri dari dua rangkaian yaitu timer dan pengontrol. Timer bekerja dengan menggunakan program  Delphi7 yang didalam programnya terdapat dua settingan waktu yaitu untuk lampu listrik dan bel. Dalam mensetting waktu dilakukan satu kali yaitu pada saat program dijalankan. Untuk setting penyalaan lampu pada pukul 17.00 dan untuk mematikan  lampu pada pukul 06.00. Sedangkan untuk setting penyalaan bel pada pukul 08.00 (bel tanda masuk), pukul 12.00 (bel tanda istirahat) dan pukul 17.00 (bel tanda pulang).
Rangkaian pengontrol menggunakan IC Mikrokontroler AT89S51 yang program didalamnya menggunakan bahasa assembly. Didalam program tersebut terdapat dua program utama yaitu program  menyalakan dan mematikan  lampu  secara bergantian serta program menyalakan bel. Program tersebut akan bekerja berdasarkan inputan yang diberikan. Inputan berasal dari timer yang menggunakan program Delphi7 dan dijalankan  pada PC komputer. Output dari PC komputer dihubungkan dengan port paralel (DB25) dengan mengambil pin 2 dan 3 sebagai output dan ground (GND). Pin 2 dan 3 kemudian dihubungkan dengan rangkaian driver berupa transistor dan relay. Fungsi dari relay ini untuk memberikan logika 0 pada kaki P3.0 dan P3.1 pada IC Mikrokontroler.
Apabila program Delphi7 dijalankan dan rangkaian pengontrol dinyalakan maka rangkaian akan berjalan. Bila pin 2 pada DB25 berlogika 1, maka rangkaia driver akan berjalan dan P3.0 akan berlogika 0. Pada saat belogika 0, maka program pada IC mikro akan berjalan dan meng-ONkan driver sehingga lampu listrik akan menyala secara bergantian. Bila pin 2 pada DB25 berlogika 1 lagi, maka rangkaian driver akan berjalan dan P3.0 akan berlogika 0 lagi. Pada saat belogika 0, maka program pada IC mikro akan berjalan dan meng-OFFkan rangkaian driver sehingga lampu listrik akan mati secara bergantian.  Hal ini berlaku pada program penyalaan bel. Bila pin 3 pada DB25 berlogika 1, maka rangkaia driver akan berjalan dan P3.1 akan berlogika 0. Pada saat belogika 0, maka program pada IC mikro akan berjalan dan meng-ONkan driver sehingga bel akan menyala beberapa detik dan mati lagi. Hal ini akan berulang sesuai dengan settingan pada program Delphi7.


5.   Flow Chart Program

 
 sumber: http://dom2ngelmu.blogspot.sg/2011/11/kontrol-penyalaan-lampu-dan-bel-pada.html
 

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ANTENA YAGI ½ λ

Antena Yagi adalah salah satu contoh antena yang banyak dipakai oleh masyarakat. Antena Yagi terdiri dari antena dipole lipat (folded dipole) setengah gelombang (½Î») yang ditambah pemantul (reflector) dibelakangnya dan beberapa pengarah (director) di depannya. Pada frekuensi UHF (Ultra High Frequency) biasanya digunakan antena Yagi yang menggunakan reflektor bidang sudut. Bidang sudut di sini maksudnya adalah suatu permukaan baik berupa jala-jala dari kawat alumunium maupun dari permukaan berupa lembaran alumunium yang membentuk bidang sudut. Dari uraian di atas timbul permasalahan adakah perbedaan penguatan sinyal antara antena UHF jenis Yagi ½Î» yang menggunakan reflektor bidang sudut permukaan kawat alumunium bentuk jala-jala dengan antena UHF jenis Yagi ½Î» yang menggunakan reflektor bidang sudut permukaan lembaran alumunium padat pada daerah berpenghalang (deep fringe area).
Rumus perkiraan untuk menghitung panjang elemen dan spacing antena Yagi dua elemen adalah sebagai berikut :
Untuk mendapatkan panjang gelombang (λ) berlaku persamaan
λ = c/f, dengan c = 3.108 meter/detik.
Driven elemen 145 / f (dalam MHz) meter.
Director 137 / f (dalam MHz) meter.
Spacing 36.6 / f (dalam MHz) meter.
Jarak masing-masing elemen pada antena Yagi adalah sebagai
berikut :
Jarak reflektor ke driver = 0,35λ
Jarak driver ke direktor 1 = 0,14λ
Jarak direktor 1 ke direktor 2 = 0,18λ
Jarak direktor 2 ke direktor 3 = 0,25λ
Jarak direktor 3 ke direktor 4 = 0,27λ
Jarak direktor 4 ke direktor 5 = 0,30λ
Panjang driver adalah ½ λ, dengan λ adalah c/f. Jadi ½ (c/f) atau ½ (3 . 108)/f = 150/f meter, frekuensi dalam MHz. Ini adalah panjang listrik atau panjang ruang bebas bagi antena tersebut (electrical length/free space length). Antena terbentang antara tanah dan udara. Antena membutuhkan penyekat terhadap tanah. Udara dan penyekat menyebabkan efek kapasitif sehingga mempengaruhi kecepatan rambat gelombang elektromagnet. Oleh karena itu, panjang antena ½ λ dikoreksi dengan faktor K menjadi (150 K/f) meter dan ini adalah panjang mekanik (LDE) atau panjang fisik antena (physical length). Besar nilai K dapat dilihat pada grafik 1, yaitu tergantung pada besar perbandingan ½ λ terhadap diameter batang konduktor (bahan antena). Semakin besar diameter batang konduktor, semakin kecil perbandingan ½ λ terhadap diameter batang konduktor, dan semakin kecil nilai K, sehingga ukuran panjang antena semakin pendek.
Antena Yagi menggunakan antena dua kutub yang selanjutnya disebut driven element, ditambah dengan beberapa elemen parasitik. Elemen parasitik berguna untuk menaikkan efisiensi daya dan 
mengarahkan radiasi pada satu sisi.
 
                                
Gambar Desain perancangan antena yagi ½ λ

Elemen parasitik terdiri dari elemen pemantul dan elemen-elemen pengarah. Elemen pemantul berfungsi untuk memantulkan sebagian energy ke antena dua kutub. Sedangkan elemen pengarah berfungsi untuk mengarahkan sebagian energi ke antena dua kutub. Untuk penggunaan pada UHF, elemen reflektor tunggal Yagi biasanya digantikan dengan sebuah permukaan pemantul bidang (plane reflecting surface), baik yang berupa sebuah permukaan rata atau suatu sudut dari dua permukaan. Permukaan yang memantulkan ini dapat berupa logam padat, atau dapat juga berupa jala-jala kawat atau suatu jaringan batang-batang logam yang saling dihubungkan. Dengan reflektor sudut diperoleh keterarahan yang sedikit lebih tajam.

sumber:http://suandno.blogspot.sg/2012/09/perancangan-dan-pembuatan-antena-yagi.html

Selasa, 06 Mei 2014

Flowchart Tahapan Pembuatan Website

        
          Untuk membuat sesuatu, perlu adanya persiapan yang menunjang untuk pembuatan sesuatu tersebut sehingga dapat selesai sesuai dengan yang diharapkan. Sebagai contoh, kita akan membuat kue, hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk mewujudkan pembuatan kue tersebut antara lain: alat-alat pembuat kue, bahan-bahan kue, keterangan resep jika perlu. Seperti halnya pembuatan kue, pembuatan website juga mirip seperti diatas tahapan-tahapannya, dimana jika kita akan membuat sebuah website ada beberapa yang perlu dipersiapkan, antara lain: - Alat-alat yang digunakan untuk membuat website, dalam hal ini software yang digunakan, misalnya menggunakan Adobe Photoshop sebagai alat desainnya, Macromedia Dreamweaver sedagai alat untuk coding, dan sebagainya. - Bahan-bahan untuk website tersebut, dalam hal ini adalah materi atau informasi yang akan ditampilkan pada website yang kita buat, misalnya: biodata, curiculum vitae, list barang dagangan, profile perusahaan, dan banyak lagi yang lainnya. - Setelah software tersedia di komputer kita, dan materi sudah ada, baru kita dapat memulainya dengan mendesain layout, programnya sampai dengan selesai. - Setelah semua selesai, kemudian kita tes. - Seletah tes sukses, baru kita bisa upload ke server, baik itu yang gratisan atau yang beli. Tahapan pembuatan website secara sederhana dapat digambarkan dalam flow chart seperti gambar di













Sumber

Minggu, 30 Maret 2014

Membuat Bootable USB (Flasdisk) dengan cara Praktis

 sebagian para sahabat masih berfikiran bahwa membuat Bootable dari Flasdisk itu rumit dan langkahnya panjang nah disini saya akan mencoba berbagi pengalaman, Cara mudah serta praktis membuat Bootable USB Drive (Bootable dari Flashdisk). dalam tahap persiapan kita memerlukan dua Software, File OS dan Flashdisk. untuk Windows XP Flashdisk yang di gunakan minimal 2Gb dan Windows7 Minmal 4Gb ini semua di sesuaikan dengan ukuran File OS masing-masing. berikut perlengkapan yang harus di siapkan.

1.HPUSBDisk DOWNLOAD 
2.power iso5.3 DOWNLOAD
3. Siapkan File .ISO ataupun .NRG, OS yang akan di buat Bootable.
4.Flasdisk 4Gb (Windows7) dan 2Gb (Windows XP) 

Nah dengan kedua Software pendukung, File OS dan Flashdisk kita dapat membuat Bootable Usb ini dengan mudah tanpa harus melalui CMD yang repot, seperti halnya yang banyak diketahui oleh para sahabat sekalian. bagaimana cara membuatnya. mari kita simak

1.Adapun fungsi dari Software HPUSBDisk adalah merubah Format Flashdisk yang awalnya FAT menjadi NTSF karna itu merupakan syarat utama. jika sudah silahkan jalakan Softwarenya. *pastikan Flashdisk terpasang serta terdeteksi di Software ini. berikut gambaranya :
 
 
Pilih Format "NTSF" Kemudian Klik "Start"
*tunggu sampai proses selesai.


2. Jalankan Power ISO 5.3. pada proses inilah kita akan memindahkan File Sistem Operasi misalkan saja Windows, yang akan di buat Bootablenya,
 
 
Klik "Tools" pada Menu bar Power Iso
kemudian Pilih "Create Bootable USB Drive"


3. Maka kemudian Akan muncul tampilan seperti berikut ini.
 
Klik Tombol " .. /(Browse)" kemudian Cari File OS yang akan di buat sebagi Bootable.
*Pastikan Flasdisk Anda terdeksi
Kemudian Klik "Start" *Tunggu Proses Sampai Selesai. kurang lebih 10-15 menit.


referensi:  SUMBeR

Minggu, 15 Desember 2013

Tugas 3 - Depresiasi

PENGERTIAN DEPRESIASI
Depresiasi adalah penurunan dalam nilai fisik properti seiring dengan waktu dan penggunaannya. Dalam konsep akuntansi, depresiasi adalah pemotongan tahunan terhadap pendapatan sebelum pajak sehingga pengaruh waktu dan penggunaan atas nilai aset dapat terwakili dalam laporan keuangan suatu perusahaan. Depresiasi adalah biaya non-kas yang berpengaruh terhadap pajak pendapatan. Properti yang dapat didepresiasi harus memenuhi ketentuan berikut:
1. Harus digunakan dalam usaha atau dipertahankan untuk menghasilkan pendapatan.
2. Harus mempunyai umur manfaat tertentu, dan umurnya harus lebih lama dari setahun.
3. Merupakan sesuatu yang digunakan sampai habis, mengalami peluruhan/ kehancuran, usang, atau mengalami pengurangan nilai dari nilai asalnya.
4. Bukan inventaris, persediaan atau stok penjualan, atau properti investasi.
Properti yang dapat didepresiasi dikelompokkan menjadi:
- nyata (tangible): dapat dilihat atau dipegang. Terdiri dari properti personal (personal property) seperti mesin-mesin, kendaraan, peralatan, furnitur dan item-item yang sejenis; dan properti riil (real property) seperti tanah dan segala sesuatu yang dikeluarkan dari atau tumbuh atau berdiri di atas tanah tersebut.
- tidak nyata (intangible). Properti personal seperti hak cipta, paten atau franchise.
Depresiasi merupakan komponen penting dalam analisis ekonomi teknik, karena:
1. Dapat dipergunakan untuk mengetahui nilai suatu asset sesuai dengan waktu.
2. Dapat dipergunakan untuk mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. Pengalokasian tersebut dipergunakan untuk menjamin bahwa asset yang telah diinvestasikan dapat diperoleh kembali setelah masa layannya selesai.
3. Dengan depresiasi dapat dipergunakan untuk pengurangan pengenaan pajak dengan jalan bahwa asset yang diinvestasikan diperhitungkan sebagai biaya produksi, sehingga hal ini berkaitan dengan pajak.
ISTILAH DALAM DEPRESIASI
Beberapa istilah yang sering dipergunakan didalam depresiasi, adalah:
1. Depresiasi adalah penurunan nilai dari suatu asset. Jumlah depresiasiDt selalu dihitung tahunan.
2. Biaya Awal(First Cost atau Unadjusted Basis) adalah biaya pemasangan dari asset termasuk biaya pembelian, pengiriman dan fee pemasangan, dan biaya langsung lainnya yang dapat dideprisiasikan termasuk persiapan asset untuk digunakan. Istilah unadjusted basis atau simple basis, serta simbul B dipergunakan ketika asset masih dalam keadaan baru.
3. Nilai Buku(Book Value) menggambarkan sisa, investasi yang belum terdepresiasi pada buku setelah dikurangi jumlah total biaya depresiasi pada waktu itu. Nilai buku BVt selalu ditentukan pada akhir tahun.
4. Periode Pengembalian(Recovery Period) umur depresiasi, n, dari asset dalam tahun untuk tujuan depresiasi.
5. Nilai Pasar(Market Value) Perkiraan nilai asset yang realistis jika asset tersebut dijual pada pasar bebas.
6. Tingkat Depresiasi (Depreciation Rate atau Recovery Rate) adalah fraksi dari biaya awal yang diambil dengan depresiasi setiap tahun. Tingkat ini adalah dt, mungkin sama setiap tahun yang sering disebut dengan straight-line rate atau berbeda setiap tahun pada periode pengembaliannya.
7. Nilai Sisa (Salvage Value) Perkiraan nilai jual atau nilai pasar pada akhir masa pakai dari asset tersebut. Nilai sisa SV.
Metode depresiasi
1. metode garis lurus (straight line method)
berdasarkan metode ini bagian yang sama dari harga perolehan aktiva (diatas nilai sisanya) dialokasikan ketiap periode yang menggunakannya. Biaya depresiasi perperiode dinyatakan sebagai :
-  harga perolehan – nilai sisa
- taksiran umur manfaat
contoh
Sebuah truk dibeli oleh PT Bromo pada tgl 1 Januari 19x1, harga beli Rp. 12.000.000, biaya perbaikan Rp. 1.000.000 taksiran nilai residu Rp. 1.000.000, taksiran masa manfaat 5 tahun, tentukan depresiasi
biaya depresiasi = 13.000.000 – 1.000.000 / 5 : 2.400.000
Tabel
Tahun
Jml terdepresiasi
Tariff
Biaya depresiasi
Akumulasi depresiasi
Nilai buku
19x1
19x2
19x3
19x4
19x5
12.000.000
12.000.000
12.000.000
12.000.000
12.000.000
20%
20%
20%
20%
20%
2.400.000
2.400.000
2.400.000
2.400.000
2.400.000
2.400.000
4.800.000
7.200.000
9.600.000
12.000.000
10.600.000
8.200.000
5.800.000
3.400.000
1.000.000
Hitunglah
a. tariff depresiasi
b. depresiasi pertahun
c. nilai buku setelah 5 tahun  dari suatu aktiva yang berharga Rp. 10.000.000 yang dibeli tanggal 5 Januari. Setelah akhir umur manfaatnya selama 10 tahun nilai sisa Rp. 2.000.000.
Jawab:
a. tariff depresiasi : 100% / umur taksiran
 : 100% / 10 : 10%
b. depresiasi : (harga perolehan – nilai sisa) x tariff depresiasi/tahun
: 10.000.000 – 2.000.000 x 0,1
: 800.000/ tahun
c. nilai buku
depresiasi selama 5 tahun : 800.000 x 5 = Rp. 4.000.000
nilai buku : harga perolehan – akumulasi depresiasi
: 10.000.000 – 4.000.000
: 6.000.000
2. metode jumlah angka tahun (sum of year)
Jumlah depresiasi dihitung berdasarkan pada serangkaian angka pecahan yang denominator atau penyebutnya diambil dari jumlah rentetan angka tahun tersebur. Angka tahun yang terbesar digunakan sebagai numerator atau pembilang dari angka pecahan untuk depresiasi tahun pertama.
harga perolehan – nilai sisa x pecahan angka tahun = biaya depresiasi 
contoh :
Sebuah truk dibeli oleh PT Bromo pada tgl 1 Januari 19x1, harga beli Rp. 12.000.000, biaya perbaikan Rp. 1.000.000 taksiran nilai residu Rp. 1.000.000, taksiran masa manfaat 5 tahun, tentukan depresiasi
 5 tahun, tentukan depresiasi
Tahun
Jml terdepresiasi
Tariff
Biaya depresiasi
Akumulasi depresiasi
Nilai buku
19x1
19x2
19x3
19x4
19x5
12.000.000
12.000.000
12.000.000
12.000.000
12.000.000
5/15
4/15
3/15
2/15
1/15
4.000.000
3.200.000
2.400.000
1.600.000
800.000
4.000.000
7.200.000
9.600.000
11.200.000
12.000.000
9.000.000
5.800.000
2.400.000
1.800.000
1.000.000
 Untuk aktiva yang memiliki taksiran umur manfaat lama formulanya :
S : N (N+1)/2
S : jumlah angka tahun
 N : umur manfaat
Contoh :  
Sebuah mesin dibeli oleh PT Texmaco, berapa depresiasinya untuk 2 tahun pertama jika mesin punya nilai sisa 192.000 dan taksiran umur manfaat 25 tahun, harga mesin tersebut 1.350.000
Jawab
S : 25 (25+1) / 2 : 325
Jumlah terdepresiasi : 1.350.000 – 192.000 : 1.158.000
Depresiasi : jumlah terdepresiasi x angka pecahan
Th 1 : 1.158.000 x 25/325 : 89.077
3. metode unit produksi (unit of production method)
Depresiasi dihitung berdasarkan pada unit output atau unit produksinya missal jam, kg
depresiasi = depresiasi perunit x pemakaian
depresiasi = harga perolehan – nilai sisa x pemakaian
umur taksiran (dalam unit) 
contoh  Sebuah truk dibeli oleh PT Bromo pada tgl 1 Januari 19x1, harga beli Rp. 12.000.000, biaya perbaikan Rp. 1.000.000 taksiran nilai residu Rp. 1.000.000, taksiran masa manfaat (100.000 km), tentukan depresiasinya missal tahun 19x1 truk dipakai 15.000 km, 19x2 30.000 km, 19x3 20.000 km, 19x4 25.000 km, 19x5 10.000 km
biaya depresiasi persatuan : 13.000.000 – 1.000.000 / 100.000 : 120
Tahun
Satuan kegiatan
Depresiasi /   satuan
Biaya depresiasi
Akumulasi depresiasi
Nilai buku
19x1
19x2
19x3
19x4
19x5
15.000
30.000
20.000
25.000
10.000
120
120
120
120
120
1.800.000
3.600.000
2.400.000
3.000.000
1.200.000
1.800.000
5.400.000
7.800.000
10.800.000
12.000.000
11.200.000
7.600.000
5.200.000
2.200.000
1.000.000
 Contoh :
PT Elok membeli mobil bekas seharga Rp. 600.000 dan mengeluarkan Rp. 150.000 sebagai biaya reparasi, berapa depresiasinya dan nilai buku pada akhir tahun kedua jika mobil tersebut mempunyai nilai sisa Rp. 150.000 dan taksiran umur manfaat 85.000 km lagi, pada tahun pertama mobil dipakai sejauh 12.000 kmdan tahun ke dua menempuh 14.000 km
depresiasi perunit : 750.000 – 150.000 / 85.000 km
: Rp 7 / km
Depresiasi th 1 : 7 x 12.000 : 84.000
th 2 : 7 x 14.000 : 98.000
akumulasi depresiasi : 84.000 + 98.000 = 182.000
nilai buku akhir tahun kedua : 750.000 – 182.000 = 568.000 
4. Deplesi
Deplesi merupakan istilah lain dari penyusutan atau amortisasi. Deplesi digunakan khusus untuk sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, misalnya bijih besi, hasil tambang, kayu hutan dsbnya.
Deplesi dihitung dengan tarif deplesi yang diperoleh dari Beban yang dikeluarkan untuk mendapatkan hak penambangan dibagi estimasi hasil yang akan diperoleh.
Ilustrasi 1 :
PT Andalan Tambang memperoleh hak penambangan sebesar Rp. 500.000.000.000,- Estimasi hasil yang terkandung didalamnya sebesar 1.000.000 ton bahan tambang. Tahun pertama berhasil ditambang sebesar 26.500 ton, maka Jurnal Deplesi yang dilakukan akhir tahun pertama adalah :
D : Beban Deplesi=== Rp. 13.250.000.000,-
K : Akumulasi Deplesi====== Rp. 13.250.000.000,-
Keterangan:
Besarnya deplesi tergantung pada jumlah ton yang berhasil ditambang.
Ilustrasi 2 :
Pada tanggal 5 Januari 20 A PT Perkasa membeli tanah yang mengandung bijih besi seharga Rp. 100 milyar. Estimasi nilai sisa tanah seharga Rp. 20 milyar. Hasil survey geologi pada saat pembelian terdapat 2 juta bijih besi yang dapat diambil. Pada tahun 20A dikeluarkan biaya untuk pembuatan jalan dan proses pengeluaran bijih besi sejumlah Rp. 750 juta. Pada tahun 20A, 50.000 ton telah ditambang. Survey baru dilakukan pada akhir tahun 20B dan diperkirakan ada 3 juta ton bijih besi yang terkandung didalam tambang. Pada tahun 20B, 125.000 ton bijih besi berhasil ditambang.
Instruksi:
Hitunglah beban deplesi tahun 20A dan 20B
Solusi :
Beban Deplesi tahun 20A :
Harga sumber daya -nilai sisa Rp. 80.000.000.000,-
Perbaikan lahan jalan............Rp 750.000.000,-
Jumlah..................................Rp.80.750.000.000,-
Estimasi bijih besi dalam ton = 2.000.000 ton
Biaya deplesi per ton Rp. 40.375,-
Beban Deplesi Tahun 20A =
* 50.000 ton x Rp. 40.375 = Rp. 2.018.750.000,-
Beban Deplesi tahun 20B :
Harga sumber daya (neto) Rp. 80.750.000.000,-
Beban Deplesi tahun 20A... Rp. 2.018.750.000,-
Sisa pada awal tahun 20A...Rp. 78.731.250.000,-
Sisa bijih besi setelah survey ( ton) = 3.125.000 ton
( 3.000.000 + 125.000)
Biaya Deplesi per ton Rp. 25.194,-
Biaya deplesi tahun 20B =
* 125.000 ton x Rp. 25.194,- = Rp. 3.149.250.000,-
 
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Depresiasi
                     http://nurulsolikha.blogspot.com/2011/03/devaluasi-deflasi-depresiasi-apresiasi.html
                     http://richie-rap.blogspot.com/
 
 

Blogger news

Blogroll