Cara Sehat Mengolah mie instan
kali ini saya Sebagai penikmat mie instan menoba membagi tips untuk mengolah mie instan secara sehat yang saya baca juga dari detik.com . Membuang air rebusan mi dan menggantinya menjadi cara yang paling
populer dilakukan oleh masyarakat. Padahal tidak hanya sebatas itu, mengolah mi yang baik adalah memasaknya sesuai dengan aturan. Berikut inibeberapa caranya.
- Masak mi sampai matang .Kebanyakan orang memilih mengolah mi setengah matang. Padahal cara itu tidak baik, karena mi belum sepenuhnya matang sehingga zat pengawet di dalamnya tak hilang. - Siasati pengolahan mi dengan menggunakan bumbu racikan sendiri. Tambahkanlah bumbu alami, seperti bawang putih dan bawang merah.
- Tambahkan sayuran seperti: sawi,kol,wortel dll dan juga tambahkan telur atau cornet agar asumsi gizi kita tercukupi.
- Gunakan minyak yang sehat, seperti minyak zaitun. Dengan demikian, kecepatan penyerapannya menjadi lebih sedikit.
- Mengkonsumsi mi sebaiknya hanya dalam keadaan darurat. Jika tak terlalu mendesak, lebih baik konsumsilah makanan lain yang menyehatkan, yakni buah-buahan atau makanan berserat lainnya.
sumber.detik.com
Sabtu, 26 Januari 2013
Bersepeda olahraga paling sehat?
Olahraga sepeda menjadi pilihan populer banyak kalangan di negara
maju dan berkembang. Tetapi sebenarnya seberapa bagus olahraga sepeda
bagi kesehatan, terutama kalau anda sudah lama tidak
berolahraga? Apakah renang atau gimnastik dengan keragaman fasilitasnya menjadi alternatif yang lebih baik? Kalau menghitung jumlah kalori yang terbakar, olahraga sepeda sebenarnya bukanlah pilihan
yang cukup ideal. "Kalau membandingkan lari dan bersepeda dengan intensitas yang sama-sama tinggi, lari
membakar lebih banyak kalori karena Anda harus memindahkan massa tubuh Anda secara
terus menerus. Namun ini seperti membandingkan apel dan jeruk," kata Profesor Jamie Timmons dari Universitas Loughborough di Inggris.
berolahraga? Apakah renang atau gimnastik dengan keragaman fasilitasnya menjadi alternatif yang lebih baik? Kalau menghitung jumlah kalori yang terbakar, olahraga sepeda sebenarnya bukanlah pilihan
yang cukup ideal. "Kalau membandingkan lari dan bersepeda dengan intensitas yang sama-sama tinggi, lari
membakar lebih banyak kalori karena Anda harus memindahkan massa tubuh Anda secara
terus menerus. Namun ini seperti membandingkan apel dan jeruk," kata Profesor Jamie Timmons dari Universitas Loughborough di Inggris.
Hanya
membandingkan jumlah kalori yangdibakar untuk menentukan jenis
olahraga yang Anda pilih tetapi mengabaikan konsekuensi olahraga
tersebut bagi tubuh secara keseluruhan, tentu bukan pilihan bijak,
terutama ketika Anda baru mulai lagi berolahraga. Beban sendi Lari mungkin lebih baik untuk terus menerus menggerakkan massa tubuh. Tetapi dengan itu semua sendi di tubuh juga terus menerus akan menerima beban hentakan.
Prof Timmons mengatakan itulah sebabnya bersepeda, sebagai olahraga low impact-- hentakan rendah--menjadi pilihan tepat untuk mereka yang baru berolahraga kembali. Sekitar 70% berat tubuh disalurkan ke sadel dan stang sepeda ketimbang pergelangan kaki. Dan semakin berat tubuh Anda, semakin berat juga sendi Anda menerima hentakan. "Anda bisa melakukan olahraga sepeda yang intens dan menghindari cedera, karena tubuhAnda tidak menghentak ke bawah," kata Prof Timmons. Dr Simon Kemp, dari Fakultas Olahraga dan Obat- obatan di Inggris, adalah penggemar sepeda dan mampu melakukan perjalanan panjang hingga 150 kilometer tanpa masalah.
Ia mengatakan bahwa salah satu keunggulan bersepeda adalah memberi kesempatan perbaikan teknik tanpa banyak upaya. Berbeda misalnya dengan renang yang menuntut perbaikan teknik untuk bisa maksimal. "Anda bisa pulang pergi bersepeda ke tempat kerja dengan mudah. Itu intensitasnya cukup rendah hanya menggunakan sekitar 60% detak jantung." Tentu saja segala macam bentuk olahraga membantu meningkatkan kesehatan.
Tetapi penelitian membuktikan bersepeda bisa dikatakan paling baik. Sebuah penelitian selama 15 tahun terhadap 30.640 orang yang tinggal di Kopenhagen menunjukkan bahwa mereka yang tidak bersepeda, 39% mempunyai kemungkinan meninggal lebih cepat. Dr Kemp mengatakan, "Ada bukti tak terbantahkan bahwa mereka dengan kondisi badan yang tidak fit mempunyai risiko kematian yang disebabkan penyakit cardiovascular yang lebih tinggi." Bersepeda merupakan bentuk olahraga yang paling gampang masuk dalam aktivitas keseharian. Berbeda dengan renang misalnya, yang mengharuskan kita pergi ke kolam renang, atau kalau berduit ya membangun kolam renang.Tetapi bersepeda ke tempat kerja bisa dengan mudah masuk dalam kegiatan keseharian. Namun begitu, bersepeda bukannya tanpa risiko. Dr Kemp menunjukkan bahwa risiko itu akan dialami terutama menimpa para atlet.
Terlalu banyak bersepeda bisa membuat wilayah kelamin kehilangan sensitifitas sensasinya. Juga muncul dugaan jumlah sperma yang menurun di kalangan pembalap pria. Ancaman lain tentu saja kecelakaan. Di negara maju seperti Inggris, dikenal istilah puncak kembar dengan kecelakaan fatal mencapai titik tertinggi di pagi hari ataupun saat jam pulang kantor. Namun secara keseluruhan menurut Dr Kemp, keuntungan kesehatan bersepeda jauh lebih tinggi dari risiko yang dihadapi.
mudah - mudahan kita biasakan bersepeda atau olahraga yang lainya seminggu 2x ataupun 3x agar badan tetap bugar..
Terimakash telah membaca.......
sumber: kompas.com
Jumat, 25 Januari 2013
Mie Instan: Lezat Tapi Tidak Sehat
(Gambar 1.1) mengkonsumsi mie terlalu sering tidak baik bagi tubuh
Siapa yang tak mengenal mi instan? Menu serbapraktis dan lezat ini menjadi andalan pada saat darurat atau sekadar “pengganjal” perut sesaat. Menu ini, misalnya, banyak ditemui ditempat pengungsian korban banjir di Jakarta. Mi instan menjadi barang yang diperebutkan. Selain rasanya yang lezat, cara mengolahnya mudah. Nah, Anda yang punya hobi mengkonsumsi mi instan sebaiknya mengurangi atau menghindarinya. Pasalnya, mi instan berbahaya bagi kesehatan Anda. Bahkan bisa berakibat maut bagi Anda. Wah! Berbagai penelitian bahkan telah membuktikan kebenarannya. Ahmedabad, dari Consumer & Research Society, misalnya, meneliti 15 merek mi instan ternama pada akhir tahun lalu. Hasilnya menunjukkan, kandungan nutrisi yang ada dalam mi instan sangat rendah.
Yang lebih parah, mi instan tersebut mengandung sodium, lemak, dan karbohidrat dengan kadar yang tinggi. Hal ini dapat mengancam kesehatan, seperti terjadinya gangguan jantung dan tekanan darah tinggi. "Sebagian besar sampel yang diuji menunjukkan,mi instan mengandung kadar garam natrium dan lemak yang tinggi, tapi kadar serat rendah. Merekyang diklaim 'Sehat' dan diperkaya protein, zat besi, serta serat ternyata tak ada," ujarnya sepertidinyatakan dalam rilis CER, yang dilansir Moneylife. Hal senada disampaikan motivator kesehatan Dr Phaidon L. Toruan, MM. Dia menyebut mi instan hampir sama sekali tidak mempunyai kandungangizi yang baik bagi tubuh.
Mi instan justru bisa “merampok” mineral yang ada dalam tubuh. Itulah yang menyebabkan tubuh rentan terserang penyakit jika mengkonsumsinya secar rutin.“Kalaupun ada, itu hanya mengandung karbohidrat,” ujarnya kepada Detik kemarin. Menurut spesialis gastrologi dokter Ari Fahrial Syam dari Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo, bila ingin mengkonsumsi mi instan, sebaiknya perhitungkan kadar kalorinya, yakni tidak boleh lebih dari 500 kalori dalam sehari. “Karena biasanya orang enggak cukup makansatu mi, ada yang dua sampai tiga. Itu yang membuat kalori dalam tubuhnya menjadi berlebihan, dan berdampak pada ketidakstabilan tubuhnya," ujarnya.
Adapun beberapa kandungan berbahaya lainnya yang tersimpan dalam bumbu dan bahan mi yang berisiko merusak fungsi organ tubuh adalah bahan sintesis yang biasa digunakan sebagai pengawet: MSG atau vetsin. Vetsin, menurut Phaidon, berdampak buruk bagi saraf manusia. “Vetsin bisa membuat orang ingin makan lagi, makan lagi, jadi membuat orang overdosis mengkonsumsi makanan yang tidak sehat,” katanya. Bukan hanya itu, mi juga menyebabkan seseorang mengalami kekurangan nutrisi dan kerusakan lever serta lambung, juga memicu terjadinya obesitas dan hipertensi. “Jadi pengidap maag sebaiknya menghindarinya.
Karena bumbu pada mie instan itu tajam, sehingga lambungnya tidak kuat," ucapnya.
Ari menambahkan, agar terhindar dari zat berbahaya dalam mi instan, sebaiknya kurangi atau beri jeda saat mengkonsumsinya mengingat adanya zat pengawet dalam mi tersebut.Setidaknya konsumsilah tiga hari sekali. Akan lebih baik lagi jika mengganti miinstan dengan makanan segar, seperti singkong, jagung, kentang rebus, dan buah-buahan. “Yang penting, tidak berpengawet,"
sumber: detik.com
Siapa yang tak mengenal mi instan? Menu serbapraktis dan lezat ini menjadi andalan pada saat darurat atau sekadar “pengganjal” perut sesaat. Menu ini, misalnya, banyak ditemui ditempat pengungsian korban banjir di Jakarta. Mi instan menjadi barang yang diperebutkan. Selain rasanya yang lezat, cara mengolahnya mudah. Nah, Anda yang punya hobi mengkonsumsi mi instan sebaiknya mengurangi atau menghindarinya. Pasalnya, mi instan berbahaya bagi kesehatan Anda. Bahkan bisa berakibat maut bagi Anda. Wah! Berbagai penelitian bahkan telah membuktikan kebenarannya. Ahmedabad, dari Consumer & Research Society, misalnya, meneliti 15 merek mi instan ternama pada akhir tahun lalu. Hasilnya menunjukkan, kandungan nutrisi yang ada dalam mi instan sangat rendah.
Yang lebih parah, mi instan tersebut mengandung sodium, lemak, dan karbohidrat dengan kadar yang tinggi. Hal ini dapat mengancam kesehatan, seperti terjadinya gangguan jantung dan tekanan darah tinggi. "Sebagian besar sampel yang diuji menunjukkan,mi instan mengandung kadar garam natrium dan lemak yang tinggi, tapi kadar serat rendah. Merekyang diklaim 'Sehat' dan diperkaya protein, zat besi, serta serat ternyata tak ada," ujarnya sepertidinyatakan dalam rilis CER, yang dilansir Moneylife. Hal senada disampaikan motivator kesehatan Dr Phaidon L. Toruan, MM. Dia menyebut mi instan hampir sama sekali tidak mempunyai kandungangizi yang baik bagi tubuh.
Mi instan justru bisa “merampok” mineral yang ada dalam tubuh. Itulah yang menyebabkan tubuh rentan terserang penyakit jika mengkonsumsinya secar rutin.“Kalaupun ada, itu hanya mengandung karbohidrat,” ujarnya kepada Detik kemarin. Menurut spesialis gastrologi dokter Ari Fahrial Syam dari Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo, bila ingin mengkonsumsi mi instan, sebaiknya perhitungkan kadar kalorinya, yakni tidak boleh lebih dari 500 kalori dalam sehari. “Karena biasanya orang enggak cukup makansatu mi, ada yang dua sampai tiga. Itu yang membuat kalori dalam tubuhnya menjadi berlebihan, dan berdampak pada ketidakstabilan tubuhnya," ujarnya.
Adapun beberapa kandungan berbahaya lainnya yang tersimpan dalam bumbu dan bahan mi yang berisiko merusak fungsi organ tubuh adalah bahan sintesis yang biasa digunakan sebagai pengawet: MSG atau vetsin. Vetsin, menurut Phaidon, berdampak buruk bagi saraf manusia. “Vetsin bisa membuat orang ingin makan lagi, makan lagi, jadi membuat orang overdosis mengkonsumsi makanan yang tidak sehat,” katanya. Bukan hanya itu, mi juga menyebabkan seseorang mengalami kekurangan nutrisi dan kerusakan lever serta lambung, juga memicu terjadinya obesitas dan hipertensi. “Jadi pengidap maag sebaiknya menghindarinya.
Karena bumbu pada mie instan itu tajam, sehingga lambungnya tidak kuat," ucapnya.
Ari menambahkan, agar terhindar dari zat berbahaya dalam mi instan, sebaiknya kurangi atau beri jeda saat mengkonsumsinya mengingat adanya zat pengawet dalam mi tersebut.Setidaknya konsumsilah tiga hari sekali. Akan lebih baik lagi jika mengganti miinstan dengan makanan segar, seperti singkong, jagung, kentang rebus, dan buah-buahan. “Yang penting, tidak berpengawet,"
sumber: detik.com
bersepeda dengan aman
Ada nasib malang yang harus dihadapi oleh warga yang tinggal di pinggiran kota namun beraktivitas di tengah kota, yaitu kemacetan. Di Jakarta, misalnya. Bagi warga yang memiliki motor atau mobil pribadi/dinas tentu tidak akan menghirup asap rokok penumpang lain, berdesakan, menghadapi jadwal yang tidak tentu atau kecopetan seperti yang sering dialami oleh para pengguna jasa angkutan umum. Tetapi pengguna motor atau mobil pribadi/dinas harus menghabiskan waktu minimal dua sampai lima jam di jalanan setiap harinya, tak berbeda jauh dengan waktu yang dihabiskan oleh penggun angkutan umum. Ini berlaku bagi mereka yang
tinggal di kawasan Tangerang, Depok, Bekasi, Cibubur atau Bogor. Lelah, kesal, stres sampai menghabiskan ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan hanya untuk membeli bahan bakar adalah ongkos tambahan yang harus dibayar pengguna kendaraan pribadi.
Padahal uang sebanyak itu akan sangat bermanfaat jika dikumpulkan untuk investasi pendidikan anak atau hari tua. Kemudian munculah beberapa kelompok pekerja urban yang mengenalkan moda transportasi sepeda untuk berangkat dari tempat tinggal ke tempat kerja. Niatnya memang mulia, antara lain ingin membantu mengurangi kemacetan, mempersingkat waktu tempuh dan agar tubuh lebih sehat. Selain itu, bersepeda memang mengasyikkan. Tubuh bergerak, berkeringat dan dalam waktu beberapa minggu kemudian berat badan bisa berkurang. Lalu Anda pun merasa sudah sehat secara jasmani. Tapi apa benar bersepeda di kota yang berpolusi berat itu menyehatkan? Menurut situs USA Today, hasil penelitian membuktikan bahwa bersepeda – meski sebentar di tengah kemacetan mampu meningkatkan risiko gangguan kesehatan lebih besar.
Artikel yang dirilis pada 9 September 2010 itu mengatakan, pesepeda akan menghirup gas beracun dua kali lebih banyak dari para pengguna mobil karena orang yang bersepeda bernapas lebih dalam dan lebih cepat. Gas yang dihirup pesepeda masuk melalui mulut atau hidung ke paru-paru lalu menyebar lewat darah. Efeknya ialah kerusakan secara perlahan tapi pasti pada jantung dan paru-paru. Risiko yang lain ialah empat kali lebih besar peluangnya untuk cedera atau meninggal dunia karena bersinggungan dengan mobil, motor atau bus umum. (Untuk kasus Jakarta, ancaman terbesar ialah motor yang sering menyerobot masuk ke trotoar hingga melawan arus, angkot sampai jenis mikro bus yang ugal-ugalan.)
Tapi tak perlu khawatir karena pada prinsipnya bersepeda itu baik untuk kesehatan. Berikut beberapa tips mengurangi resiko gangguan kesehatan akibat bersepeda di tengah kemacetan, seperti yang dimuat di situs BBC pada 28 Januari 2011: 1. Pilihlah rute bersepeda yang banyak pohonnya. 2. Jangan terlalu sering bersepeda di belakang bus atau mobil yang mengeluarkan asap hitam pekat atau kendaraan bermesin diesel. 3. Gunakan masker penutup mulut dan hidung seperti yang digunakan oleh para dokter dan perawat di rumah sakit/klinik kesehatan. Dan masker itu harus diganti tiap kali habis dipakai. USA Today memberi saran, jika Anda ingin bersepeda yang sehat dan aman, pindahlah ke negeri Belanda.
sumber:: diethuteri.com
tinggal di kawasan Tangerang, Depok, Bekasi, Cibubur atau Bogor. Lelah, kesal, stres sampai menghabiskan ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan hanya untuk membeli bahan bakar adalah ongkos tambahan yang harus dibayar pengguna kendaraan pribadi.
Padahal uang sebanyak itu akan sangat bermanfaat jika dikumpulkan untuk investasi pendidikan anak atau hari tua. Kemudian munculah beberapa kelompok pekerja urban yang mengenalkan moda transportasi sepeda untuk berangkat dari tempat tinggal ke tempat kerja. Niatnya memang mulia, antara lain ingin membantu mengurangi kemacetan, mempersingkat waktu tempuh dan agar tubuh lebih sehat. Selain itu, bersepeda memang mengasyikkan. Tubuh bergerak, berkeringat dan dalam waktu beberapa minggu kemudian berat badan bisa berkurang. Lalu Anda pun merasa sudah sehat secara jasmani. Tapi apa benar bersepeda di kota yang berpolusi berat itu menyehatkan? Menurut situs USA Today, hasil penelitian membuktikan bahwa bersepeda – meski sebentar di tengah kemacetan mampu meningkatkan risiko gangguan kesehatan lebih besar.
Artikel yang dirilis pada 9 September 2010 itu mengatakan, pesepeda akan menghirup gas beracun dua kali lebih banyak dari para pengguna mobil karena orang yang bersepeda bernapas lebih dalam dan lebih cepat. Gas yang dihirup pesepeda masuk melalui mulut atau hidung ke paru-paru lalu menyebar lewat darah. Efeknya ialah kerusakan secara perlahan tapi pasti pada jantung dan paru-paru. Risiko yang lain ialah empat kali lebih besar peluangnya untuk cedera atau meninggal dunia karena bersinggungan dengan mobil, motor atau bus umum. (Untuk kasus Jakarta, ancaman terbesar ialah motor yang sering menyerobot masuk ke trotoar hingga melawan arus, angkot sampai jenis mikro bus yang ugal-ugalan.)
Tapi tak perlu khawatir karena pada prinsipnya bersepeda itu baik untuk kesehatan. Berikut beberapa tips mengurangi resiko gangguan kesehatan akibat bersepeda di tengah kemacetan, seperti yang dimuat di situs BBC pada 28 Januari 2011: 1. Pilihlah rute bersepeda yang banyak pohonnya. 2. Jangan terlalu sering bersepeda di belakang bus atau mobil yang mengeluarkan asap hitam pekat atau kendaraan bermesin diesel. 3. Gunakan masker penutup mulut dan hidung seperti yang digunakan oleh para dokter dan perawat di rumah sakit/klinik kesehatan. Dan masker itu harus diganti tiap kali habis dipakai. USA Today memberi saran, jika Anda ingin bersepeda yang sehat dan aman, pindahlah ke negeri Belanda.
sumber:: diethuteri.com
Kamis, 24 Januari 2013
Manfaat Bersepeda
Manfaat Bersepeda
Bersepada
cukup efektif membakar kalori tubuh. Saat Anda bersepeda, otot-otot
kaki akan ditarik mengayuh pedal sepeda, tubuh pun mengikuti menjaga
keseimbangan agar sepeda tetap dapat berdiri dengan seimbang dan
meluncur ke depan. Sementara tangan Anda akan mengendalikan
navigasi-nya. Jangan kira semua tubuh Anda tak bergerak, Anda yang duduk
di atas sepeda sedang menjalani latihan yang membakar kalori.
Saat
ini, banyak pekerja-pekerja kantor di jakarta ataupun daerah lain mengampanyekan program ‘bike to work’. Selain ramah
lingkungan, program tersebut juga memberikan aneka manfaat lainnya, di
antaranya:
1. Membakar kalori tubuh!
Sudah
sempat dibahas di atas, bahwa bersepeda akan membantu membakar kalori
tubuh. Berapa banyak kira-kira kalori yang dibakar? Sebagai contoh,
seorang wanita dengan berat tubuh 50,39 bersepeda sejauh 19-22 kilometer
dalam waktu satu jam. Maka dalam satu jam tersebut ia telah membakar
488 kalori tubuhnya. Memang tak semua orang mengalami pembakaran jumlah
kalori yang sama, semua tergantung pada berat tubuh dan kelebihan lemak
yang dimiliki. Namun, rata-rata bersepeda selama 60 menit setiap hari
akan membantu membakar kurang lebih 300-500 kalori tubuh.
2. Melatih semua otot tubuh!
Tak
hanya otot kaki, tangan dan perut saja, namun seluruh otot tubuh bagian
atas pun juga dilatih. Bahkan menurut Erik Moen, seorang terapis fisik
yang kerap menangani para atlit, mengatakan bahwa jantung juga ikut
berlatih dengan bersepeda ini. Saat berpacu di atas sepeda, denyut
jantung turut berpacu sesuai usia dan kayuhan, seperti dilansir oleh
Womenshealth.
Namun
perlu dicermati, untuk Anda yang mengidap asma atau penyakit jantung,
selalu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum berpacu di atas sepeda.
Masing-masing tubuh memiliki kemampuan yang berbeda-beda sesuai
kondisinya.
3. Sebagai relaksasi tubuh
Banyak
yang berpikir dengan berlatih dan berolahraga maka tubuh akan lemas dan
tak berdaya. Asumsi ini tak sepenuhnya benar, karena dengan berolahraga
secara rutin, justru tubuh akan lebih segar dan bugar. Apalagi
peredaran darah akan jauh lebih lancar, sehingga oksigen dapat
tersalurkan pada seluruh bagian tubuh dengan efektif.
Rasa
lemas yang dialami muncul hanya pada beberapa hari pertama saja, namun
jika Anda sudah rutin melakukannya, maka otot akan lebih kuat, dan tubuh
lebih bugar.
Manfaat Lingkungan/Energi
Kendaraan
bermotor menimbulkan polusi udara dalam jumlah yang besar. Menurut EPA,
di AS sendiri transportasi menyumbang hampir 80% emisi carbon monoksida
dan 55% emisi nitrogen oksida. Tidak mengherankan jika banyak daerah di
kota metropolitan tidak memenuhi standar udara yang bersih. Meskipun
kendaraan pribadi yang ada sekarang lebih sedikit mengeluarkan polusi
dibanding kendaraan produksi lama, namun jika jumlah penggunanya terus
bertambah, kualitas udara secara keseluruhan juga akan menurun secara
drastis. Setiap hari sepeda motor, mobil dan truk membakar jutaan barel
minyak bumi, yang merupakan sumber energi yang tak terbarukan. Beralih
dari kendaraan bermotor ke sepeda merupakan cara paling mudah dan
langsung untuk mengurangi emisi gas buang dari sektor transportasi.
Berbagai
penelitian semakin menguatkan manfaat menggunakan sepeda terhadap
kelestarian lingkungan. Sebuah publikasi dari Green Commuter menuliskan
bahwa emisi kendaaran bermotor menyumbang 31% dari total karbon
dioksida, 81% dari karbon monoksida dan 49 persen dari nitrogen oksida
yang mengotori udara AS. Sebanyak 60% dari polusi akibat kendaraan
bermotor dikeluarkan pada beberapa menit awal penggunaannya. Karena
beberapa menit awal ini menciptakan tingkat emisi yang tinggi, maka rute
jarak pendek dari mobil lebih banyak menimbulkan polusi per
kilometernya bila dibandingkan dengan jarak yang jauh. Perjalanan pendek
sejauh 4 mil menggunakan sepeda akan menghindarkan sekitar 15 pound
polutan memenuhi udara yang kita hirup bersama. (WorldWatch Institute).
Manfaat kualitas hidup
Kondisi
yang lebih baik untuk kegiatan bersepeda mempunyai manfaat yang tidak
bisa dipisahkan terhadap kualitas hidup di kota-kota besar. Jumlah orang
yang bersepeda dapat menjadi indikator yang baik terhadap usia harapan
hidup masyarakat. Seperti kita ketahui tingginya usia harapan hidup
merupakan faktor yang mempengaruhi ketertarikan dunia bisnis dan pencari
kerja, dan tidak kalah penting juga akan menarik wisatawan.
Kenyamanan bersepeda dan rute yang terpadu memberikan alternatif lain dari penggunaan kendaraan pribadi (bermotor) dan akan meningkatkan kontak sosial dengan orang lain. Dengan tersedianya fasilitas jalur sepeda dan pejalan kaki, masyarakat akan berinteraksi satu sama lain dan memperkuat hubungan antar tetangga sekitar. Jika ini semua tercapai, maka masyarakat yang ada akan menjadi masyakarakat yang sehat dan memiliki identitas sosial yang baik.
Kenyamanan bersepeda dan rute yang terpadu memberikan alternatif lain dari penggunaan kendaraan pribadi (bermotor) dan akan meningkatkan kontak sosial dengan orang lain. Dengan tersedianya fasilitas jalur sepeda dan pejalan kaki, masyarakat akan berinteraksi satu sama lain dan memperkuat hubungan antar tetangga sekitar. Jika ini semua tercapai, maka masyarakat yang ada akan menjadi masyakarakat yang sehat dan memiliki identitas sosial yang baik.
Lebih Jauh tentang Bersepeda
Bersepeda
secara teratur (sebagai olahraga atau tujuan yang lain) membawa dampak
positif terhadap kesehatan manusia dari semua tingkatan usia, termasuk
di antaranya adalah: mengurangi resiko penyakit jantung koroner, stroke,
dan penyakit kronis lainnya; biaya pemeliharaan kesehatan yang lebih
rendah dan meningkatkan taraf hidup. Bagian tulisan ini akan membantu
anda :
- Menjadi terinspirasi untuk mulai bersepeda.
- Lebih sering bersepeda dengan aman.
- Mencari rute bersepeda atau peta bersepeda.
- >>> sumber:http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2010/11/08/
Rabu, 23 Januari 2013
pencemaran dan penyakit yang timbul karena pertambangan
Dampak Penambangan Emas
Limbah PT Freeport hancurkan hutan dan sumber air warga (ilustrasi).
Para penambang emas tradisional menggunakan
merkuri untuk menangkap dan memisahkan butir-butir emas dari butir-butir
batuan. Endapan Hg ini disaring menggunakan kain untuk mendapatkan sisa emas.
Endapan yang tersaring kemudian diremas-remas dengan tangan. Air sisa-sisa
penambangan yang mengandung Hg dibiarkan mengalir ke sungai dan dijadikan
irigasi untuk lahan pertanian. Selain itu, komponen merkuri juga banyak
tersebar di karang, tanah, udara, air, dan organisme hidup melalui proses
fisik, kimia, dan biologi yang kompleks.
Mercury dapat terakumulasi dilingkungan dan
dapat meracuni hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Acidic permukaan air dapat
mengandung signifikan jumlah raksa. Bila nilai pH adalah antara lima dan tujuh,
maka konsentrasi raksa di dalam air akan meningkat karena mobilisasi raksa dari
dalam tanah. Setelah raksa telah mencapai permukaan air atau tanah dan
bersenyawa dengan karbon membentuk senyawa Hg organik oleh mikroorganisme
(bakteri) di air dan tanah. Senyawa Hg organik yang paling umum adalah methyl
mercury, suatu zat yang dapat diserap oleh sebagian besar organisme dengan cepat
dan diketahui berpotensi menyebabkan toksisitas terhadap sistem saraf pusat.
Bila mikroorganisme (bakteri) itu kemudian
termakan oleh ikan, ikan tersebut cenderung memiliki konsentrasi merkuri yang
tinggi. Ikan adalah organisme yang menyerap jumlah besar methyl raksa dari
permukaan air setiap hari. Akibatnya, methyl raksa dapat ikan dan menumpuk di
dalam rantai makanan yang merupakan bagian dari mereka. Efek yang telah raksa
pada hewan adalah kerusakan ginjal, gangguan perut, intestines kerusakan, kegagalan
reproduksi DNA dan perubahan.
Dampak
Merkuri Terhadap Kesehatan dari Tremor Sampai ke Kematian
Sulit untuk menduga seberapa besar akibat
yang ditimbulkan oleh adanya logam berat dalam tubuh. Namun, sebagian besar
toksisitas yang disebabkan oleh beberapa jenis logam berat seperti Pb, Cd, dan
Hg adalah karena kemampuannya untuk menutup sisi aktif dari enzim dalam sel. Hg
mempunyai bentuk kimiawi yang berbeda-beda dalam menimbulkan keracunan pada
mahluk hidup, sehingga menimbulkan gejala yang berbeda pula. Toksisitas Hg
dalam hal ini dibedakan menjadi dua bagian, yaitu toksisitas organik dan
anorganik.
Pada bentuk anorganik, Hg berikatan dengan
satu atom karbon atau lebih, sedangkan dalam bentuk organik, dengan rantai
alkil yang pendek. Senyawa tersebut sangat stabil dalam proses metabolisme dan
mudah menginfiltrasi jaringan yang sukar ditembus, misalnya otak dan plasenta.
Senyawa tersebut mengakibatkan kerusakan jaringan yang irreversible, baik pada
orang dewasa maupun anak (Darmono, 1995). Toksisitas Hg anorganik menyebabkan
penderita biasanya mengalami tremor. Jika terus berlanjut dapat menyebabkan
pengurangan pendengaran, penglihatan, atau daya ingat. Senyawa merkuri organik
yang paling populer adalah methyl mercury yang berpotensi menyebabkan toksisitas
terhadap sistem saraf pusat. Kejadian keracunan metil merkuri paling besar pada
makhluk hidup timbul di tahun 1950-an di Teluk Minamata, Jepang yang terkenal
dengan nama Minamata Disease.
· Semua
komponen merkuri dalam jumlah cukup, beracun terhadap tubuh.
· Masing-masing
komponen merkuri mempunyai perbedaan karakteristik dalam daya racun,
distribusi, akumulasi, atau pengumpulan, dan waktu retensinya di dalam tubuh.
· Transformasi
biologi dapat terjadi di dalam lingkungan atau di dalam tubuh, saat komponen
merkuri diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
· Pengaruh
buruk merkuri di dalam tubuh adalah melalui penghambatan kerja enzim dan
kemampuannya untuk berikatan dengan grup yang mengandung sulfur di dalam
molekul enzim dan dinding sel.
·
Kerusakan
tubuh yang disebabkan merkuri biasanya bersifat permanen, dan sampai saat ini
belum dapat disembuhkan.
Penting untuk diketahui, air raksa sangat
beracun bagi manusia! Hanya sekitar 0,01 mg dalam tubuh manusia dapat
menyebabkan kematian. Sayangnya setelah air raksa yang sudah masuk ke dalam
tubuh manusia, tidak dapat dibawa keluar.
Kontaminasi dapat melalui inhalasi, proses
menelan atau penyerapan melalui kulit. Dari tiga proses tersebut, inhalasi dari
raksa uap adalah yang paling berbahaya. Jangka pendek terpapar raksa uap dapat
menghasilkan lemah, panas dingin, mual, muntah, diare, dan gejala lain
dalam waktu beberapa jam. Jangka panjang terkena uap raksa menghasilkan
getaran, lekas marah, insomnia, kebingungan, keluar air liur berlebihan,
ritasi paru-paru, iritasi mata, reaksi alergi, dari kulit rashes, nyeri dan
sakit kepala dan lainnya.
Mercury
memiliki sejumlah efek yang sangat merugikan pada manusia, di antaranya sebagai
berikut :
·
Keracunan
oleh merkuri nonorganik terutama mengakibatkan terganggunya fungsi ginjal dan
hati.
·
Mengganggu
sistem enzim dan mekanisme sintetik apabila berupa ikatan dengan kelompok
sulfur di dalam protein dan enzim.
·
Merkuri
(Hg) organik dari jenis methyl mercury dapat memasuki placenta dan merusak
janin pada wanita hamil sehingga menyebabkan cacat bawaan, kerusakan DNA dan
Chromosom, mengganggu saluran darah ke otak serta menyebabkan kerusakan otak.
Karena bahaya proses raksa bagi kesehatan
dan lingkungan yang serius, larangan penggunaannya semakin ketat. Pada
tahun 1988, diperkirakan 24 juta lb / yr dari raksa yang dilepaskan ke udara,
tanah, dan air di seluruh dunia sebagai hasil dari aktivitas manusia. Ini
termasuk raksa yang dilepaskan oleh pertambangan raksa dan memperbaiki berbagai
operasi manufaktur, dengan pembakaran batu bara, dan sumber lainnya.
Pada tahun 1980-an, dengan meningkatnya
pemahaman dan kesadaran akan dampak penggunaan air raksa yang lebih banyak
membahayakan kesehatan dan lingkungan dari pada manfaat, membuat
penggunaannya mulai turun tajam. Pada tahun 1992, yang digunakan dalam baterai
telah menurun menjadi kurang dari 5% dari tingkat pada tahun 1988, dan secara
keseluruhan digunakan dalam perangkat listrik dan cahaya bulbs telah turun 50%
pada periode yang sama. Penggunaan raksa produksi cat, fungisida, dan
pestisida telah dilarang di Amerika Serikat, dan penggunaannya dalam pengerjaan
dan proses produksi kaca secara sukarela telah dihentikan.
Di seluruh dunia, produksi raksa hanya
dibatasi untuk beberapa negara-negara dengan undang-undang lingkungan hidup
yang santai. Di Spanyol, semua pertambangan merkuri telah dihentikan, dimana
Spanyol pernah menjadi produsen merkuri terbesar di dunia sampai 1989. Di
Amerika Serikat, raksa pertambangan juga telah dihentikan, meskipun dalam
jumlah kecil adalah raksa kembali sebagai bagian dari proses pengilangan emas untuk
menghindari pencemaran lingkungan. Cina, Rusia (dulu dikenal dengan USSR),
Meksiko, dan Indonesia merupakan produsen terbesar raksa pada tahun 1992.
Di Amerika Serikat, Badan Perlindungan
Lingkungan (EPA) telah melarang penggunaan raksa untuk banyak aplikasi. EPA
yang telah menetapkan tujuan mengurangi tingkat raksa ditemukan di kota menolak
IB dari 1,4 juta / thn (0,64 juta kg / thn) pada tahun 1989 menjadi 0,35 juta
lb / yr (0,16 juta kg / thn) pada tahun 2000. Hal ini akan dicapai oleh
penurunan penggunaan raksa dalam meningkatkan produk dan pengalihan dari raksa
dari kota menolak melalui daur ulang. Mercury masih sebuah komponen penting di
banyak produk dan proses, walaupun penggunaannya diharapkan untuk terus
menurun. Untuk itu, penanganan yang tepat dan daur ulang dari raksa diharapkan
signifikan mengurangi lepaskan ke lingkungan dan dengan demikian mengurangi
bahaya kesehatan.Mengingat bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan air raksa
seperti yang diuraikan di atas, Anda harus benar-benar memperhatikan
keselamatan kerja! Hindari pengolahan dan pembuangan tailing langsung ke
sungai.
sumber: republika.co.id
http://www.mineraltambang.com
Selasa, 22 Januari 2013
Penyebab Kecelakaan di Pertambangan

Pada dasarnya penyebab terjadinya suatu kecelakaan tambang memiliki beberapa faktor yaitu:
1.
Faktor langsung
2.
Faktor penunjang
I. Dalam faktor langsung ada dua hal penyebab terjadinya
faktor langsung ini yaitu :
1.
Tindakan tidak aman
2.
Keadaan tidak aman
1.
Bekerja tanpa memperhatikan tanda-tanda
2.
Bekerja dengan kecepatan berbahaya
3.
Tidak memfungsikan alat pengaman (safety) yang
dipakai
4.
Menggunakan alat yang tidak aman
5.
Penempatan barang tidak aman
6.
Posisi kerja berbahaya
7.
Mengganggu orang lain yang sedang bekerja
8.
Tidak memakai alat proteksi

*Selanjutnya yang tergolong kondisi tidak aman yaitu :
- -
Alat pengaman kurang sempurna
3.
Mesin rusak atau haus
4.
Desain mesin kurang baik
5.
Tata letak mesin tidak aman
7.
Ventilasi tidak baik
8.
Alat protwksi diri tidak berfungsi dengan baik
II. Faktor Penunjang dalam kecelakaan kerja yaitu meliputi :
1.
Pengawas
2.
Fisik pekerja
3.
Mental pekerja
Dalam hal pengawas bentuk kejadiannya yaitu :
1.
Tidak hadir
2.
Tidak melakukan tugas dengan berbagai alas an
*Kemudian dalam hal fisik pekerja bentuk kejadiannya yaitu :
1.
Sakit
2.
Lelah
*Dan terakhir mental pekerja bentuk kejadiannya yaitu :
1.
Mengantuk
2.
Mabuk
3.
Marah, Sedih, Takut
4.
Tidak dapat berkonsentrasi dalam bekerja dengan
berbagai alasan
1. PERAWATAN RINGAN ( FIRST AID )
Perawatan ringan merupakan suatu tindakan/ perawatan terhadap luka kecil berikut observasinya, yang tidak memerlukan perawatan medis (medical treatment) walaupun pertolongan pertama itu dilakukan oleh dokter atau paramedis. Perawatan ringan ini juga merupakan perawatan dengan kondisi luka ringan, bukan tindakan perawatan darurat dengan luka yang serius dan hanya satu kali perawatan dengan observasi berikutnya.
2. PERAWATAN MEDIS ( MEDICAL TREATMENT )
Perawatan Medis merupakan perawatan dengan tindakan untuk perawatan luka yang hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional seperti dokter ataupun paramedis. Yang dapat dikategorikan perawatan medis bila hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis yang pofesional: terganggunya fungsi tubuh seperti jantung, hati, penurunan fungsi ginjal dan sebagainya; berakibat rusaknya struktur fisik dan berakibat komplikasi luka yang memerlukan perawatan medis lanjutan.
3. HARI KERJA YANG HILANG (LOST WORK DAYS)
Hari kerja yang hilang ialah setiap hari kerja dimana sesorang pekerja tidak dapat mengerjakan seluruh tugas rutinnya karena mengalami kecelakaan kerja atau sakit akibat pekerjaan yan dideritanya. Hari kerja hilang ini dapat dibagi menjadi dua macam :
• Jumlah hari tidak bekerja (days away from work) yaitu semua hari kerja dimana sesorang pekerja tidak dapat mengerjakan setiap fungsi pekerjaannya karena kecelakaan kerja atau sakit akibat pekerjaan yang dideritanya.
• Jumlah hari kerja dengan aktivitas terbatas (days of restricted activities), yaitu semua kerja dimana seorang pekerja karena mengalami kecelakaan kerja atau sakit akibat pekerjaan yang dideritanya, dialihkan sementara ke pekerjaan lain atau pekerja tetap bekerja pada tempatnya tetapi tidak dapat mengerjakan secara normal seluruh tugasnya. Untuk kedua kasus diatas, terdapat pengecualian pada hari saat kecelakaan atau saat terjadinya sakit, hari libur, cuti, dan hari istirahat.
4. KEMATIAN (FATALITY)
Dalam hal ini, kematian yang terjadi tanpa memandang waktu yang sudah berlalu antara saat terjadinya kecelakaan kerja aaupun sakit yang disebabkan oleh pekerjaan yang dideritanya, dan saat si korban meninggal.
II. KLASIFIKASI KECELAKAAN KERJA (INDUSTRI MIGAS)
1.FATAL/MENINGGAL :
Kecelakaan yang menyebabkan kematian tanpa memperhitungkan tenggang waktu antara terjadinya kecelakaan dengan meninggalnya korban.
2.BERAT (SERIOUS)
Kecelakaan yang menimbulkan hari hilang lebih dari 21 hari kalender atau yang menyebabkan kehilangan anggota badan atau fungsi badan.
3. SEDANG (MINOR) :
Kecelakaan yang menimbulkan hari hilang tidak lebih dari 21 hari kerja kalender dan tidak menyebabkan kehilangan anggota badan atau fungsi badan. Termasuk dalam klasifikasi sedang adalah kecelakaan yang menyebabkan pekerjaan hanya dapat melakukan aktifitas terbatas (restricted activity) dan menyebabkan pingsan.
4.RINGAN (NON LOST TIME):
Kecelakaan yang tidak menimbulkan hari hilang. Termasuk dalam klasifikasi ringan adalah kecelakaan yang memerlukan pertolongan ringan (first aid).
III. MENURUT SNI 13-6619-2001 PENGGOLONGAN CEDERA PEKERJAAN TAMBANG :
1.MATI ( FATAL)
Kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja yang tidak tergantung pada saat kejadian Atau kapanpun tetapi akibat meningkatnya keparahan cedera akibat kecelakaan
2.CACAT TETAP ( PERMANENT DISABILITY)
Cedera yang bukan berakibat mati tetapi berakibat ketidakmampuan tetap atau berkurangnya maupun kehilangan sebagian atau seluruh fungsi pada bagian tubuh tertentu (seperti sebelah kedua mata, tangan/lengan, kaki)dan amputasi serta dislokasi. Cedera ini tidak termasuk hilangnya kuku jari tangan/kaki, hilangnya ujung jari tangan / kaki tetapi tidak terkena tulang, hilang bentuk / tampak jelek, keseleo yang tidak berakibat keterbatasan gerak yang tetap
3.CEDERA HILANG WAKTU KERJA ( LOST TIME INJURY)
Semua cedera akibat kecelakaan tambang yang mengakibatkan korban tidak mampu melakukan tugas semula pada gilir kerja berikutnya berdasarkan keterangan dokter yang ditunjuk oleh perusahaan
IV. KLASIFIKASI KECELAKAAN KERJA MENURUT ILO 1962
1. KLASIFIKASI MENURUT JENIS KECELAKAAN :
• Terjatuh
• Tertimpa benda
• Tertumbuk atau terkena benda-benda
• Terjepit oleh benda
• Gerakan-gerakan melebihi kemampuan
• Pengaruh suhu tinggi
• Terkena arus listrik
• Kontak bahan-bahan berbahaya atau radiasi
2. KLASIFIKASI MENURUT PENYEBAB
• Mesin, misalnya mesin pembangkit tenaga listrik, mesin penggergajiankayu, dan sebagainya.
• Alat angkut, Alat angkut darat, udara dan air
• Peralatan lain misalnya dapur pembakar dan pemanas, instalasi pendingin,alat-alat listrik, dan sebagainya.
• Bahan-bahan, zat-zat dan radiasi, misalnya bahan peledak, gas, zat-zatkimia, dan sebagainya.
• Lingkungan kerja (diluar bangunan, didalam bangunan dan dibawahtanah
3. KLASIFIKASI MENURUT SIFAT LUKA ATAU KELAINAN :
• Patah tulang
• Dislokasi (keseleo)
• Regang otot
• Memar dan luka dalam yang lain
• Amputasi
• Luka di permukaan
• Gegar dan remuk
• Luka bakar
• Keracunan-keracunan mendadak yang dipengaruhi oleh radiasi
4. KLASIFIKASI MENURUT LETAK KELAINAN ATAU LUKA DI TUBUH :
• Kepala
• Leher
• Badan
• Anggota atas
• Anggota bawah
• Banyak tempat
• Letak lain yang tidak termasuk dalam klasifikasi tersebut
I. KLASIFIKASI
AKIBAT KECELAKAAN KERJA (STANDAR OSHA)
Berdasarkan pada standar OSHA tahun
1970, semua luka yang diakibatkan oleh kecelakaan dapat dibagi menjadi:
1. PERAWATAN RINGAN ( FIRST AID )
Perawatan ringan merupakan suatu tindakan/ perawatan terhadap luka kecil berikut observasinya, yang tidak memerlukan perawatan medis (medical treatment) walaupun pertolongan pertama itu dilakukan oleh dokter atau paramedis. Perawatan ringan ini juga merupakan perawatan dengan kondisi luka ringan, bukan tindakan perawatan darurat dengan luka yang serius dan hanya satu kali perawatan dengan observasi berikutnya.
2. PERAWATAN MEDIS ( MEDICAL TREATMENT )
Perawatan Medis merupakan perawatan dengan tindakan untuk perawatan luka yang hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional seperti dokter ataupun paramedis. Yang dapat dikategorikan perawatan medis bila hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis yang pofesional: terganggunya fungsi tubuh seperti jantung, hati, penurunan fungsi ginjal dan sebagainya; berakibat rusaknya struktur fisik dan berakibat komplikasi luka yang memerlukan perawatan medis lanjutan.
3. HARI KERJA YANG HILANG (LOST WORK DAYS)
Hari kerja yang hilang ialah setiap hari kerja dimana sesorang pekerja tidak dapat mengerjakan seluruh tugas rutinnya karena mengalami kecelakaan kerja atau sakit akibat pekerjaan yan dideritanya. Hari kerja hilang ini dapat dibagi menjadi dua macam :
• Jumlah hari tidak bekerja (days away from work) yaitu semua hari kerja dimana sesorang pekerja tidak dapat mengerjakan setiap fungsi pekerjaannya karena kecelakaan kerja atau sakit akibat pekerjaan yang dideritanya.
• Jumlah hari kerja dengan aktivitas terbatas (days of restricted activities), yaitu semua kerja dimana seorang pekerja karena mengalami kecelakaan kerja atau sakit akibat pekerjaan yang dideritanya, dialihkan sementara ke pekerjaan lain atau pekerja tetap bekerja pada tempatnya tetapi tidak dapat mengerjakan secara normal seluruh tugasnya. Untuk kedua kasus diatas, terdapat pengecualian pada hari saat kecelakaan atau saat terjadinya sakit, hari libur, cuti, dan hari istirahat.
4. KEMATIAN (FATALITY)
Dalam hal ini, kematian yang terjadi tanpa memandang waktu yang sudah berlalu antara saat terjadinya kecelakaan kerja aaupun sakit yang disebabkan oleh pekerjaan yang dideritanya, dan saat si korban meninggal.
II. KLASIFIKASI KECELAKAAN KERJA (INDUSTRI MIGAS)
1.FATAL/MENINGGAL :
Kecelakaan yang menyebabkan kematian tanpa memperhitungkan tenggang waktu antara terjadinya kecelakaan dengan meninggalnya korban.
2.BERAT (SERIOUS)
Kecelakaan yang menimbulkan hari hilang lebih dari 21 hari kalender atau yang menyebabkan kehilangan anggota badan atau fungsi badan.
3. SEDANG (MINOR) :
Kecelakaan yang menimbulkan hari hilang tidak lebih dari 21 hari kerja kalender dan tidak menyebabkan kehilangan anggota badan atau fungsi badan. Termasuk dalam klasifikasi sedang adalah kecelakaan yang menyebabkan pekerjaan hanya dapat melakukan aktifitas terbatas (restricted activity) dan menyebabkan pingsan.
4.RINGAN (NON LOST TIME):
Kecelakaan yang tidak menimbulkan hari hilang. Termasuk dalam klasifikasi ringan adalah kecelakaan yang memerlukan pertolongan ringan (first aid).
III. MENURUT SNI 13-6619-2001 PENGGOLONGAN CEDERA PEKERJAAN TAMBANG :
1.MATI ( FATAL)
Kematian yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja yang tidak tergantung pada saat kejadian Atau kapanpun tetapi akibat meningkatnya keparahan cedera akibat kecelakaan
2.CACAT TETAP ( PERMANENT DISABILITY)
Cedera yang bukan berakibat mati tetapi berakibat ketidakmampuan tetap atau berkurangnya maupun kehilangan sebagian atau seluruh fungsi pada bagian tubuh tertentu (seperti sebelah kedua mata, tangan/lengan, kaki)dan amputasi serta dislokasi. Cedera ini tidak termasuk hilangnya kuku jari tangan/kaki, hilangnya ujung jari tangan / kaki tetapi tidak terkena tulang, hilang bentuk / tampak jelek, keseleo yang tidak berakibat keterbatasan gerak yang tetap
3.CEDERA HILANG WAKTU KERJA ( LOST TIME INJURY)
Semua cedera akibat kecelakaan tambang yang mengakibatkan korban tidak mampu melakukan tugas semula pada gilir kerja berikutnya berdasarkan keterangan dokter yang ditunjuk oleh perusahaan
4. CEDERA RAWAT MEDIS ( MEDICAL
AID INJURY)
Cedera akibat kerja yang tingkat keparahannya memerlukan perawatan dokter atau juru rawat dibawah pengawasan dokter atau memerlukan perawatan melebihi kemampuan petugas PPPK dan dikirim ke rumah sakit / klinik (misalnya memerlukan jahitan, X Ray dll)
5. CEDERA PERTOLONGAN PERTAMA ( FIRST AID INJURY)
Cedera ringan yang cukup mendapatkan perawatan dari petugas pertolongan pertama (PPPK) di lokasi kerja atau oleh juru rawat di rumah sakit yang tidak memerlukan perawatan dokter
Cedera akibat kerja yang tingkat keparahannya memerlukan perawatan dokter atau juru rawat dibawah pengawasan dokter atau memerlukan perawatan melebihi kemampuan petugas PPPK dan dikirim ke rumah sakit / klinik (misalnya memerlukan jahitan, X Ray dll)
5. CEDERA PERTOLONGAN PERTAMA ( FIRST AID INJURY)
Cedera ringan yang cukup mendapatkan perawatan dari petugas pertolongan pertama (PPPK) di lokasi kerja atau oleh juru rawat di rumah sakit yang tidak memerlukan perawatan dokter
IV. KLASIFIKASI KECELAKAAN KERJA MENURUT ILO 1962
1. KLASIFIKASI MENURUT JENIS KECELAKAAN :
• Terjatuh
• Tertimpa benda
• Tertumbuk atau terkena benda-benda
• Terjepit oleh benda
• Gerakan-gerakan melebihi kemampuan
• Pengaruh suhu tinggi
• Terkena arus listrik
• Kontak bahan-bahan berbahaya atau radiasi
2. KLASIFIKASI MENURUT PENYEBAB
• Mesin, misalnya mesin pembangkit tenaga listrik, mesin penggergajiankayu, dan sebagainya.
• Alat angkut, Alat angkut darat, udara dan air
• Peralatan lain misalnya dapur pembakar dan pemanas, instalasi pendingin,alat-alat listrik, dan sebagainya.
• Bahan-bahan, zat-zat dan radiasi, misalnya bahan peledak, gas, zat-zatkimia, dan sebagainya.
• Lingkungan kerja (diluar bangunan, didalam bangunan dan dibawahtanah
3. KLASIFIKASI MENURUT SIFAT LUKA ATAU KELAINAN :
• Patah tulang
• Dislokasi (keseleo)
• Regang otot
• Memar dan luka dalam yang lain
• Amputasi
• Luka di permukaan
• Gegar dan remuk
• Luka bakar
• Keracunan-keracunan mendadak yang dipengaruhi oleh radiasi
4. KLASIFIKASI MENURUT LETAK KELAINAN ATAU LUKA DI TUBUH :
• Kepala
• Leher
• Badan
• Anggota atas
• Anggota bawah
• Banyak tempat
• Letak lain yang tidak termasuk dalam klasifikasi tersebut
V. KLASIFIKASI KECELAKAAN MENURUT
ANSI SEBAGAI BERIKUT :
a. Nature of Injury (Sifat fisik cedera)
b. Part of Body Affected (Bagian tubuh yang cedera)
c. Source of Injury (Sumber penyebab cedera)
d. Accident Type (Corak kecelakaan)
e. Hazardous Condition (Kondisi berbahaya)
f. Agency of Accident (Penyebab kecelakaan)
g. Agency of Accident Part (Bagian dari penyebab kecelakaan)
h. Unsafe Act (Perbuatan berbahaya)
Sumber : duniapertambangan.com
a. Nature of Injury (Sifat fisik cedera)
b. Part of Body Affected (Bagian tubuh yang cedera)
c. Source of Injury (Sumber penyebab cedera)
d. Accident Type (Corak kecelakaan)
e. Hazardous Condition (Kondisi berbahaya)
f. Agency of Accident (Penyebab kecelakaan)
g. Agency of Accident Part (Bagian dari penyebab kecelakaan)
h. Unsafe Act (Perbuatan berbahaya)
Sumber : duniapertambangan.com
Langganan:
Postingan (Atom)








